Warga Filipina Ramai-ramai Tuntut Pembebasan Eks Presiden Duterte

Sedang Trending 2 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

detikai.com

Senin, 17 Mar 2025 08:46 WIB

Sekitar 20 ribu penduduk Filipina menggelar unjuk rasa di Kota Davao pada Minggu (16/3) untuk mendesak pembebasan eks Presiden Rodrigo Duterte. Sekitar 20 ribu penduduk Filipina menggelar unjuk rasa di Kota Davao pada Minggu (16/3) untuk mendesak pembebasan eks Presiden Rodrigo Duterte. (Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay)

Jakarta, detikai.com --

Sekitar 20 ribu penduduk Filipina menggelar unjuk rasa di Kota Davao pada Minggu (16/3) untuk mendesak pembebasan eks Presiden Rodrigo Duterte.

Rappler melaporkan puluhan ribu penduduk melakukan demonstrasi di Taman Rizal untuk meminta agar Duterte dibebaskan dari penjara Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duterte saat ini sedang ditahan di Pusat Penahanan ICC di Den Haag, Belanda, untuk diadili atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi antinarkoba di masa pemerintahannya. Operasi itu diyakini menewaskan sekitar 30 ribu orang, menurut catatan golongan kewenangan asasi manusia.

Putri Duterte sekaligus Wakil Presiden Filipina Sara Duterte mengatakan kepada para pendukung bahwa ayahnya bakal baik-baik saja.

Ia menyampaikan kepada para pendukung nan berkumpul di luar gedung ICC pada Jumat (14/3) bahwa Duterte telah meminta agar masyarakat Filipina tenang.

"Katanya, beri tahu mereka (warga Filipina): Santai aja. Semua perihal mempunyai akhir. Ada hari perhitungan. Ini pesan beliau kepada Anda semua," kata Sara usai berjumpa Duterte di markas ICC, seperti dikutip Anadolu Agency.

Dalam unjuk rasa pada Minggu, para pendukung Duterte juga sempat meneriakkan agar sang eks Presiden kembali melayani mereka sebagai wali kota Davao.

Sebelum ditangkap, Duterte memang sedang mencalonkan diri menjadi wali kota Davao untuk masa kedudukan kedua.

Duterte telah ditahan di ICC pada Rabu (12/3) usai ditangkap di Bandara Internasional Manila setibanya dari Hong Kong.

Dia muncul di hadapan Kamar Para-Peradilan ICC pada Jumat melalui tautan video untuk mengikuti persidangan awal atas tuduhan nan dihadapinya.

Sidang nan dipimpin oleh Hakim Julia Antoanella Motoc itu merupakan langkah prosedural guna mengonfirmasi identitas nan bersangkutan, memberitahukan hak-haknya, mengusulkan dakwaan secara resmi, dan menetapkan tanggal untuk sidang konfirmasi dakwaan.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya