ARTICLE AD BOX
detikai.com
Rabu, 02 Apr 2025 22:13 WIB

Jakarta, detikai.com --
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemilik Maspion Grup, Alim Markus untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja di tengah kondisi ekonomi nan penuh tantangan.
"Kami mengapresiasi kehadiran Alim Markus nan merupakan pelaku upaya senior di Jawa Timur. Dalam pertemuan ini, saya menitipkan pesan unik agar sebisa mungkin tidak ada PHK di perusahaan," ujar Khofifah saat menerima kunjungan silaturahim sekaligus halalbihalal Alim Markus seperti keterangan di Surabaya, Rabu (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah menegaskan bahwa sektor industri merupakan tulang punggung pembukaan lapangan kerja di Jatim. Ia meminta agar perusahaan-perusahaan lebih memilih pengganti lain jika menghadapi penurunan produksi, seperti pengurangan jam alias hari kerja, dibandingkan dengan melakukan PHK.
Khofifah menyoroti info dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim nan mencatat sebanyak 40 ribu pekerja terkena PHK selama Januari-Februari 2025.
Sementara itu, catatan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat 77.965 pekerja mengalami PHK, meningkat dari tahun sebelumnya nan mencapai 64.855 pekerja.
"Kami tidak mau kondisi ini terjadi di Jawa Timur. Oleh lantaran itu, saya selalu meminta kepada pengusaha agar mengutamakan kesejahteraan pekerja dan mencari solusi selain PHK," ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen menjaga kesejahteraan pekerja dan memastikan pertumbuhan ekonomi nan berkepanjangan serta berkeadilan.
"Kita kudu terus mencari solusi terbaik agar kesejahteraan pekerja dan masyarakat meningkat. Prinsipnya, jangan ada PHK," katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Alim Markus memastikan bahwa tidak bakal ada PHK di Maspion Grup. Menurutnya, kondisi finansial perusahaan tetap kuat lantaran adanya investasi baru nan masuk.
"Saya jamin tidak ada PHK. Jika ada tenaga kerja nan kudu dirumahkan, kami bakal menyalurkannya ke perusahaan baru dalam grup kami," kata Ketua Dewan Pertimbangan Apindo tersebut.
Selain itu, Alim Markus mengungkapkan bahwa beberapa penanammodal dari Tiongkok berkeinginan menanamkan modal di Jawa Timur. Mereka berencana untuk menanam padi dan tebu dengan bibit nan didatangkan dari Tiongkok.
"Pada 8 April 2025, saya bakal kembali ke Kantor Gubernur Jatim untuk membahas lebih lanjut mengenai investasi ini, termasuk perizinannya," ujarnya.
(fra/antara/fra)
[Gambas:Video CNN]