Ihsg Happy Sebelum Libur Panjang, Saham Ini Jadi Penopang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, detikai.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke area hijau usai mengawali hari terakhir sebelum libur Lebaran dengan lesu.

Pada sepuluh menit awal perdagangan, Kamis (27/3/2025), IHSG turun 30,98 poin alias 0,48% ke level 6.441,38. Akan tetapi pada penutupan perdagangan sesi kedua kondisi ini berbalik dengan IHSG ditutup menguat 0,59% alias naik 38,26 poin ke 6.510,62.

Sebanyak 359 saham naik, 230 turun, dan 206 tidak bergerak.

Hari ini, emiten blue chip tetap menjadi penopang, khususnya emiten bank BUMN. Saham BMRI dan BBRI tetap terus diburu oleh penanammodal dan menjadi top movers IHSG usai pengumuman pembagian dividen pada RUPS nan dilaksanakan pekan ini.

Kinerja IHSG hari ini tampaknya tetap melanjutkan sisa-sisa tenaga reli perdagangan dua hari terakhir. Pasar saham dalam negeri pada 25-26 Maret 2025 berpesta dengan kenaikan masing-masing 1,21% dan 3,8%.

Hal ini seiring dengan kembalinya biaya asing masuk ke pasar modal Tanah Air. Tercatat pada 25 Maret 2025, asing net buy senilai Rp 214 miliar dan kemarin net foreign buy mencapai Rp 2,58 triliun.

Saham perbankan, khususnya BUMN menjadi buruan para investor. Sebagaimana diberitakan, emiten bank BUMN melakukan pengumuman besaran dividen dari untung tahun kitab 2024 dalam tiga hari terakhir.

Koreksi nilai saham bank nan terjadi belakangan membikin imbal hasil dividen emiten perbankan sangat menarik. Emiten bank BUMN menawarkan imbal hasil dividen di atas 5% hingga kisaran 10%.

Selain itu, Bahana Sekuritas dalam riset terbarunya menyoroti bahwa optimisme pasar terhadap Danantara menjadi katalis utama lonjakan IHSG.

Dari 18 dewan nan baru diumumkan, kebanyakan mempunyai latar belakang ahli di pasar modal dan finansial global.

Adapun menjelang libur panjang, penanammodal memang dihadapkan pada beragam sentimen negatif mulai dari kebijakan tarif Trump hingga lesunya ekonomi.

Namun pembagian dividen serta sentimen mudik diharapkan bisa mengurangi tekanan tersebut pada awal pembukaan pasar setelah libur panjang Idulfitri. Ekonomi mudik nan berbobot ratusan triliun rupiah diharapkan bisa menggerakkan pasar saham, ekonomi di daerah, hingga UMKM Indonesia.


(fsd/fsd)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Jelang Pengumuman Penting, IHSG Longsor Makin Dalam!

Next Article IHSG Dibuka Ambles, Turun ke Level 7.335

Selengkapnya