Geledah Rumah Djan Faridz Terkait Harun Masiku, Ini Alasan Kpk

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

detikai.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan argumen penggeledahan rumah mantan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Djan Faridz (DF) di Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu malam (22/1/2024) mengenai kasus Harun Masiku (HM).

"Tentunya apa nan ditanyakan tetap didalami oleh penyidik. Penyidik mempunyai info maupun petunjuk berasas keterangan saksi sehingga aktivitas penggeledahan tersebut dilakukan tadi malam," tutur Juru Bicara (Jubir) KPK Tessa Mahardika kepada wartawan, Selasa (23/1/2025).

"Sehingga tetap didalami gimana peran beliau dan kita tunggu saja sama-sama. Kalau bagaimana, kita tidak bisa membuka, teman-teman kudu menunggu pada saat perangkat bukti bisa disajikan," sambungnya.

Menurut Tessa, ada sejumlah peralatan bukti nan dibawa interogator usai menggeledah rumah Djan Faridz nan juga mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

"Informasi nan kami dapatkan dari interogator ditemukan dan disita arsip serta peralatan bukti elektronik. Pasti bakal ditanya peralatan bukti elektronik itu apa. Sampai dengan saat ini belum ada info tambahan apakah bentuknya hardisk, laptop, HP, itu belum terkonfirmasi interogator kepada saya," kata Tessa.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Tessa Mahardika menjelaskan, penggeledahan interogator KPK di wilayah Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu malam (22/1/2025) adalah mengenai kasus pencarian buronan Harun Masiku.

Berdasarkan info dari penyidik, kata Tessa, rumah nan digeledah adalah milik mantan Ketua Umum PPP, Djan Faridz. "Info ter-update, rumah Djan Faridz," ujar Tessa kepada awak media, Rabu malam (22/1/2025).

Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah sebuah rumah di area Menteng, Jakarta Pusat. Penggeledahan diduga dilakukan untuk kasus dugaan korupsi suap pergantian antar waktu personil DPR nan menjerat Harun Masiku.

KPK Bawa Tiga Koper dari Rumah Djan Faridz

Dari hasil penggeledahan, interogator KPK membawa tiga koper dari rumah mantan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir Antara, para interogator KPK keluar dari rumah Djan Faridz pada pukul 01.05 WIB awal hari dengan membawa dua koper berukuran sedang dan satu koper berukuran kecil.

Selain itu, para interogator juga membawa peralatan bukti lain berupa satu kardus dan satu tas jinjing (totebag).

Berdasarkan info nan didapat di lapangan, KPK mulai melakukan penggeledahan sekitar pukul 20.00 WIB, dengan menggunakan delapan mobil SUV berwarna hitam.

Kasus Harun Masiku

Munculnya rumah di Menteng nan diketahui milik Djan Faridz adalah perihal baru dalam pengungkapan keberadaan buronan Harun Masiku. Padahal, Harun sendiri sudah lenyap selama lima tahun lamanya.

Harun terlibat kasus suap pergantian antarwaktu personil DPR RI 2019. Kasus bermulai saat calon personil legislatif (caleg) PDIP dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, Nazarudin Kiemas, meninggal dunia.

Nazaruddin mempunyai perolehan bunyi terbanyak. Posisi kedua ialah dari Dapil Sumatera Selatan II Riezky Aprilia. Namun dalam rapat pleno PDIP menyatakan bunyi Nazaruddin bakal dialihkan ke Harun Masiku.

Harun Masiku nan merupakan politikus PDIP diketahui telah menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar terpilih menjadi personil DPR RI periode 2019-2024.

Namun aksinya gagal, Wahyu pun diciduk KPK dan diadili. Di meja pengadilan, Wahyu telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider empat bulan kurungan. Sedangkan di meja Mahkamah Agung (MA) pengadil memperberat vonis Wahyu dengan pidana penjara 7 tahun.

Hakim MA juga memperberat denda nan dijatuhkan terhadap Wahyu menjadi Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan, dari semula Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Sedangkan Harun sebagai pemberi suap sampai saat ini tetap buron. Saat operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Januari 2020, Harun Masiku sukses kabur.

Pada akhir Januari 2020, KPK memasukkan nama Harun Masiku sebagai buronan. Tak hanya buron, Harun Masiku juga masuk dalam daftar red notice Interpol.

KPK Akan Kembali Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil kembali Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk menjalani pemeriksaan mengenai kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku dan obstruction of justice alias menghalangi penyidikan.

"Pasti kelak nan berkepentingan bakal dipanggil kembali. Tapi konsentrasi interogator saat ini adalah memenuhi unsur perkara di tindak pidana nan sedang disangkakan kepada beliau," tutur Juru Bicara (Jubir) KPK Tessa Mahardika Sugiarto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2025).

"Fokus utamanya adalah keterangan saksi-saksi nan belum datang dan nan bakal dipanggil kemudian untuk di perkara suapnya maupun di perkara Pasal 21-nya," sambungnya.

Adapun untuk pemeriksaan kali ini, Tessa mengulas secara umum bahwa Hasto Kristiyanto dimintai keterangan seputar arsip peralatan bukti elektronik, maupun penjelasan keterangan-keterangan saksi lainnya.

"Termasuk pengetahuan nan berkepentingan mengenai perkara nan sedang disangkakan kepada nan berkepentingan maupun kepada tersangka lain. Kalau isinya apa, saya tidak bisa menyampaikan lantaran itu sudah masuk di materi penyidikan," jelas dia.

Penahanan terhadap Hasto Kristiyanto pun belum dilakukan lantaran tetap memerlukan pemeriksaan sejumlah saksi lain nan belum memenuhi panggilan pemeriksaan interogator KPK, mengenai kasus Harun Masiku.

"Sebagaimana rekan-rekan ketahui ada beberapa saksi nan belum hadir, di antaranya kerabat Saeful Bahri, saudari Maria Lestari, dan beberapa saksi lainnya," Tessa menandaskan.

Selengkapnya