ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka galau pada perdagangan Jumat (21/3/2025).
Sesaat setelah lonceng perdagangan dibuka IHSG dibuka menguat, lampau semenit kemudian langsung turun ke area merah. Per pukul 09.01 WIB, IHSG turun 0,13% ke 6.373,67.
Total transaksi di awal perdagangan mencapai Rp 982 miliar nan melibatkan 417 juta saham dan ditransaksikan 38 ribu kali.
Sebanyak 127 saham menguat, 149 turun dan 199 saham stagnan.
Nyaris seluruh sektor perdagangan bursa bergerak di area merah, selain sektor teknologi nan menguat 10% lebih ditopang oleh kenaikan saham DCII.
Pergerakan pasar finansial Tanah Air pada akhir pekan ini, Jumat (21/3/2025) rasanya tetap minim katalis secara makro ekonomi.
Pelaku pasar bakal banyak mencermati emiten-emiten nan ramai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dari tindakan korporasi itu, salah satu nan krusial diperhatikan adalah pembagian dividen.
Namun, ambruknya Wall Street serta kekhawatiran mengenai kondisi Amerika Serikat tetap membebani pergerakan IHSG, rupiah hingga obligasi Tanah Air.
Berikut beberapa perihal nan bakal mempengaruhi pergerakan pasar finansial hari ini :
Menanti Rilis Inflasi Jepang
Dari info makro ekonomi, bakal ada rilis inflasi Jepang untuk periode Februari 2025.
Merujuk info dari laman penghimpun data, Trading Economics, inflasi negeri kembang Sakura itu diperkirakan bakal kembali mengetat sebesar 4,2%, dibandingkan bulan sebelumnya nan mengalami inflasi 4%.
Namun, untuk core inflation diproyeksi bisa mendingin 2,9%, dibandingkan pada bulan sebelum-nya indeks nilai konsumen secara inti mengalami inflasi 3,2%.
Jika memandang inflasi secara keseluruhan di Jepang tetap terbilang cukup ketat. Hal ini sebenarnya inline dengan keputusan bank sentral pada Rabu kemarin nan menahan suku kembang di posisi 0,50%.
Makin Dekat Tenggat Waktu, Pembagian THR Jadi Booster Ekonomi
Lebaran sekarang sudah tinggal menghitung hari nan artinya pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) sudah kian dekat dengan tenggat waktu nan ditetapkan pemerintah.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan merilis Surat Edaran (SE) Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan 2024 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE ini menjadi referensi bagi Kepala Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing provinsi.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengungkapkan nan paling utama, THR 2024 wajib diberikan paling lambat H-7 Lebaran dan kudu dibayar penuh, tidak boleh dicicil. Artinya THR sudah kudu diterima para pekerja/buruh pada tanggal 3 April 2023.
"Selanjutnya THR wajib dibayar paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. THR keagamaan ini kudu dibayar penuh gak boleh dicicil," ungkap Ida dalam Konferensi Pers Kebijakan Pembayaran THR Keagamaan Tahun 2024, Senin (18/3/2024).
Pada kemarin Rabu (19/3/2025), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga tercatat telah mencairkan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk aparatur sipil negara (ASN) pemerintah pusat, pensiunan dan ASN wilayah mencapai Rp 26,46 triliun.
Anggaran terdiri dari THR untuk ASN pemerintah pusat sebesar Rp 13,26 triliun, pensiunan sebesar Rp 11,58 triliun, dan ASN Daerah mencapai Rp 1,62 triliun.
Pembagian THR ini diharapkan bisa menjadi booster untuk perekonomian Tanah Air, terutama untuk pembelian barang-barang kebutuhan lebaran. Beberapa sektor bakal diuntungkan seperti consumer (termasuk CPO dan poultry), retail, sampai transportasi.
Musim RUPS Tiba, Investor Menanti Dividen dan Lapkeu FY24
Pada hari ini bakal ada enam emiten nan antri melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Aksi korporasi ini cukup krusial untuk dicermati, terutama di kondisi pasar nan tetap gloomy saat ini. Musim RUPS ini juga tetap bakal berjalan sampai pekan depan dan bulan depan.
Pelaku pasar menantikan adanya pembagian dividen alias potensi buyback dari saham emiten nan dinilai nilai pasarnya tetap jauh di bawah nilai fundamental-nya, namalain tetap murah.
Adapun pada kemarin ada emiten bank swasta PT OCBC NISP Tbk (NISP) nan sudah menyelesaikan RUPS dan mengumumkan pembagian dividen.
NISP memutuskan membagikan dividen senilai Rp106 per saham alias Rp2,43 triliun dari untung tahun kitab 2024. Jika dibandingkan dengan untung 2024 nan senilai Rp4,86 triliun, maka porsi pembagian dividen alias dividend payout ratio mencapai 49,98%.
Dari nilai itu, jika dibandingkan ke nilai saham di Rp1.325 per lembar bakal menghasilkan potensial cuan mencapai 8%.
Selain soal dividen dan RUPS, pelaku pasar menantikan keahlian finansial dari beragam emiten pada sepanjang 2024.
Hasil keahlian tahun lampau bakal turut menjadi referensi penanammodal untuk memproyeksikan dividen nan bisa didapatkan pada setiap pemegang saham.
Klaim Pengangguran AS
Klaim pengangguran awal di Amerika Serikat meningkat sebesar 2.000 menjadi 223.000 pada minggu kedua bulan Maret, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 224.000, tetapi tetap berada di tingkat historis nan rendah. Sementara itu, klaim berulang meningkat sebesar 33.000 pada minggu pertama bulan tersebut, juga sesuai dengan ekspektasi pasar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat meskipun periode kebijakan moneter nan ketat telah berjalan lama dan info ekonomi nan lemah dirilis selama kuartal pertama tahun ini.
Di sisi lain, klaim pengangguran nan diajukan di bawah program untuk pegawai pemerintah federal, nan sedang diawasi ketat akibat pemecatan oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), turun sebanyak 514 menjadi 1.066. Meskipun terjadi penurunan, laporan menunjukkan bahwa banyak pemecatan nan dilakukan oleh DOGE disertai dengan paket pesangon, sehingga mencegah tenaga kerja untuk langsung menyatakan tunjangan setelah diberhentikan.
Uang Beredar M2
Sentimen berikutnya dari internal, kita tetap bakal menanti info mengenai peredaran duit dalam makna luas (M2) periode Februari 2025.
Peredaran duit diperkirakan bakal meningkat lantaran ada persiapan untuk bulan Ramadhan.
Sebagai catatan, pada Januari 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian alias duit beredar M2 tumbuh lebih tinggi.
Posisi M2 pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp9.232,8 triliun alias tumbuh sebesar 5,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,8% (yoy).
"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan duit beredar sempit (M1) sebesar 7,2% (yoy) dan duit kuasi sebesar 2,2% (yoy)," kata Direktur Eksekutif - Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso, Senin (24/2/2025).
Denny menegaskan perkembangan M2 pada Januari 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran angsuran dan aktiva luar negeri bersih.
Capital Market Outlook
detikai.com dan PT Bursa Efek Indonesia menggelar Capital Market Forum 2025 dengan tema "Optimisme Pasar Modal RI di Tengah Perang Dagang Jilid II". Acara ini bakal mengupas kesempatan dan tantangan nan dihadapi pasar modal nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian dunia akibat eskalasi perang jual beli baru.
Para master ekonomi, pelaku pasar, regulator, dan pemimpin upaya bakal datang dalam Capital Market Forum 2025 untuk berbagi pandangan strategis. Melalui perbincangan inspiratif dan kajian info mendalam, Capital Market Forum 2025 bermaksud memberikan gambaran optimis sekaligus realistis, mendorong kepercayaan penanammodal terhadap pasar modal Indonesia nan tetap handal dan kompetitif di kancah internasional.
Capital Market Forum 2025 dapat disimak secara eksklusif dan live di detikai.com TV dan streaming di detikai.com. Pantau terus cnbcindonesia.com dan detikai.com TV untuk pembaruan info seputar ekonomi dan bisnis.
(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Emiten Bisa "Buyback" Saham Tanpa RUPS, Waspadai Risiko Ini!
Next Article Menguat! Potret Bursa Saham di Hari Pertama Prabowo-Gibran