Ptpp Sebut Progres Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-kakap Capai 91,7%

Sedang Trending 23 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

PTPP memastikan pembangunan proyek Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap progresnya sudah mencapai 91,70% alias sudah mau rampung. Proyek nan menyantap anggaran Rp 395,9 miliar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di area Gunung Manggah.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan proyek dengan panjang terowongan 400 meter dan lebar 10 meter mempunyai karakter tersendiri. Karena menjadi terowongan jalan pertama di Kalimantan Timur dan juga nan pertama di Indonesia nan dibiayai menggunakan APBD tingkat kota.

"Direncanakan tunnel ini bakal mempunyai 2 lajur (1 arah) dan bakal dioperasikan pada pertengahan Tahun 2025. Lebih dari itu, proyek ini merupakan karya anak bangsa, mulai dari tahap perencanaan hingga proses konstruksinya," kata Joko dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan salah satu penemuan utama dalam proyek ini adalah penerapan metode Parallel New Austrian Tunneling Method (NATM). Dalam metode ini, seluruh pekerjaan dilakukan secara paralel, termasuk pekerjaan galian lower, pekerjaan invert, dan pekerjaan lining.

Joko Raharjo menjelaskan mengenai proses pembuatan tunnel di Samarinda nan merupakah tunnel pertama karya anak bangsa.

"Dengan adanya penerapan penemuan NATM lama pengerjaan proyek dapat dipersingkat secara signifikan tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kualitas konstruksi," jelasnya.

Joko mengharapkan dengan adanya Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap bisa mengurangi kemacetan di ruas jalan utama dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di area Gunung Mangga. Dia menambahkan dengan adanya terowongan ini bisa menjadi ikon baru dalam pembangunan prasarana di Indonesia.

"Proyek ini membuktikan bahwa pembangunan prasarana modern dan inovatif dapat dilakukan dengan sumber daya lokal dan biaya daerah, sekaligus menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan," tutup Joko.

(anl/ega)

Selengkapnya