Pegawai Hotel Di Gorontalo Bobol Brankas Wn Ukraina

Sedang Trending 19 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

detikai.com

Kamis, 03 Apr 2025 21:43 WIB

Polisi menangkap tenaga kerja hotel di Gorontalo, RH (19), setelah mencuri mata duit asing milik tamu WN Ukraina. Total kerugian mencapai Rp6,6 juta. Polisi menangkap seorang tenaga kerja hotel, RH (19) di Gorontalo, Gorontalo, setelah membobol brankas dan mengambil beragam mata duit asing milik seorang Warga Negara (WN) Ukraina. Ilustrasi (CNNIndonesia Ilham)

Makassar, detikai.com --

Polisi menangkap seorang tenaga kerja hotel, RH (19) di Gorontalo, Gorontalo, setelah membobol brankas dan mengambil beragam mata duit asing milik seorang Warga Negara (WN) Ukraina.

"Iya benar, pelaku sudah kami amankan. Korbannya tamu di hotel tersebut nan merupakan penduduk negara Ukraina," kata Kasat Reskrim Polresta Gorontalo, AKP Akmal Novian Reza dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa terjadi di salah satu hotel di Kota Gorontalo, pada Selasa (1/4) kemarin, saat WNA Ukraina tersebut menginap. Kemudian pelaku masuk ke dalam bilik korban, lampau membobol brankas di dalam bilik nan berisikan beragam mata duit asing.

"Setelah kami, menerima laporan korban, kemudian dilakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi-saksi nan berada di lokasi. Hasilnya mengarah pada salah satu tenaga kerja hotel yakni, RH," ungkapnya.

Setelah pelaku sukses diamankan, kata Akmal, dilakukan pemeriksaan dan pelaku mengakui telah mengambil duit milik WNA Ukraina tersebut.

"Jadi RH mengambil duit di dalam brankas dengan langkah mengambil kunci salinan dan membuka box safe deposite nan terisi mata duit Amerika,mata duit turki dan mata duit Arab Saudi," ujarnya.

Akmal menyebut polisi juga mengamankan peralatan bukti berupa 3 lembar mata duit dolar AS pecahan 100, satu lembar mata duit Turki pecahan 200 Lira, 100 Lira serta 50 Lira dan satu lembar mata duit Arab Saudi pecahan 5 Dirham.

"KIta amankan peralatan bukti beragam jenis mata duit asing milik korban, mulai dari mata duit Amerika, Turki dan Arab Saudi, jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp6,6 juta," ujarnya.

(fra/mir/fra)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya