ARTICLE AD BOX
Jakarta -
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meminta PT PLN (Persero) menjaga keandalan sistem kelistrikan dengan meminimalkan potensi pemadaman listrik selama momen Lebaran.
Menurutnya langkah ini dapat dilakukan melalui percepatan agenda pemeliharaan pembangkit listrik.
"Untuk menjamin kesiapan listrik bagi masyarakat dan mengantisipasi gangguan, Kementerian ESDM telah meminta PLN melakukan maintenance (perbaikan) lebih awal. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi gangguan selama masa libur Hari Raya Idul Fitri," kata Yuliot di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayan Pelanggan (UP3) pada Jumat (28/3), dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Sabtu (29/3/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain percepatan pemeliharaan, Yuliot mengatakan saat ini PLN juga sudah menyiagakan personel dan peralatan pendukung guna mengantisipasi segala kemungkinan.
"Kita berambisi tidak ada kejadian luar biasa nan mengganggu persiapan kita dalam menyambut libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini," lanjut Yuliot.
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto mengatakan sudah melakukan persiapan lebih awal untuk memastikan kelancaran pasokan listrik. Posko Siaga telah beraksi sejak 17 Maret dan bakal berjalan hingga 11 April 2025.
"Dari sisi kesiapan daya primer, kami memastikan stok cukup untuk 20 hingga 25 hari. Bahkan, untuk beberapa pembangkit, Hari Operasi (HOP) mencapai 30 hari," jelas Adi.
Adi memastikan pemeliharaan pembangkit, transmisi, dan pengedaran telah dilakukan jauh-jauh hari sesuai pengarahan pemerintah. Dengan demikian, selama masa siaga, PLN tidak bakal melakukan pemeliharaan nan berpotensi mengganggu pasokan listrik.
Sebagai informasi, proyeksi Neraca Daya di wilayah Jawa Barat termasuk Kota Cirebon selama periode Siaga Mudik dan Idul Fitri 1446 H dipastikan dalam kondisi normal dan aman, dengan daya bisa sebesar 11.144 MW dan beban puncak 6.649 MW sehingga tetap tersisa persediaan 4.455 MW alias 67,6%.
Untuk mendukung kesiapan selama masa siaga, UP3 Cirebon telah menyiapkan beragam peralatan guna memastikan keandalan pasokan listrik, di antaranya 15 unit UGB, 15 unit genset, 1 unit deteksi, 1 unit UKB, 1 unit crane, 23 mobil, dan 32 motor, dengan rata-rata transaksi operasional 2-4 kali per hari.
Sementara itu, bagi pengguna kendaraan listrik, PLN juga memastikan kesiapan 179 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) nan tersebar di 155 letak di wilayah kerja UID Jawa Barat. Fasilitas ini mencakup 26 unit Ultra Fast Charging, 28 unit Fast Charging, 118 unit Medium Fast Charging, dan 7 unit Slow Charging.
(igo/hns)