ARTICLE AD BOX
detikai.com, Jakarta Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara sejak 29 Maret 2025 sudah berada di Rempang, Batam untuk berbincang dengan penduduk mengenai pindah ke area permukiman Rempang Eco City di Tanjung Banon.
Dalam perbincangan tersebut, penduduk minta agar disediakan akomodasi pendidikan. Selain itu, minta agar tukar rugi nan mereka terima tidak dipotong lagi untuk rumah.
"Kita menyiapkan danasiwa bagi anak-anak transmigran agar mereka bisa kuliah di kampus-kampus ternama seperti ITB, IPB, UGM, tapi tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jawa. Saya sudah ketemu Rektor masing-masing untuk mengembangkan pola perkuliahan di area transmigrasi," kata Iftitah, dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).
Tak hanya mengunjungi penduduk nan setuju dipindah, Mentrans Iftitah juga menemui para penduduk nan menolak transmigrasi lokal di kelurahan Sembulang. Meski disambut beragam spanduk penolakan, dia tetap menyalami penduduk dan mendengarkan aspirasi mereka.
"Program transmigrasi berkarakter sukarela. Jika ada pemaksaan, saya bisa masuk penjara. Tapi di sisi lain, penduduk juga tidak boleh memaksa sesama warga. Jika ada nan mau pindah, jangan diintimidasi agar tidak pindah. Kita kudu menghargai kemauan masing-masing," ungkap Iftitah kepada para warga.
Dalam kesempatan itu, baik penduduk nan bersedia maupun menolak, tetap dibagikan bingkisan lebaran dari Presiden Prabowo Subianto.
Sementara pada 30 Maret 2025, Menteri Ifititah mengunjungi masyarakat di Pasir Panjang dan berbincang usai sholat Dzuhur berjamaah. Dalam seremoni lebaran 31 Maret 2025, dia melaksanakan salat Idul Fitri berbareng masyarakat kelurahan Sembulang, di masjid Al Fajri.
Dari beragam perbincangan tersebut, Iftitah menyimpulkan bahwa umumnya masyarakat Rempang tidak menolak program pembangunan pemerintah, tapi minta agar ruang hidup mereka dihargai.
Selain itu, faktanya ada masyarakat nan setuju untuk mengikuti program transmigrasi lokal, dan ada nan tetap menolak.