ARTICLE AD BOX
detikai.com, Jakarta - Polri tetap terus mengusut dan melakukan pengembangan atas kasus dugaan investasi bodong robot trading Net89. Hasilnya, 14 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka dan satu tersangka korporasi ialah PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI).
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf menyampaikan, interogator melakukan rekonstruksi ulang kasus Net89 dan proses investigasi dari awal. Korban nan tadinya sebanyak 5 ribu orang pun bertambah menjadi 7 ribu.
“Maka cukup bukti terhadap para terlapor nan kita tetapkan menjadi tersangka menjadi 15 tersangka, nan terdiri dari 14 orang dan 1 korporasi ialah PT SMI,” tutur Helfi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2025).
Menurutnya, dari 14 orang nan ditetapkan sebagai tersangka hanya sembilan nan dilakukan penahanan. Ada dua tersangka nan tidak ditahan lantaran sakit keras.
“Sementara nan tiga orang tersangka tetap kabur ke luar negeri dan telah diterbitkan red notice. Kita bekerja sama dengan Divisi Hubinter dan Interpol, namun tetap bakal dilakukan pengejaran kepada nan bersangkutan,” jelas dia.
Adapun identitas para tersangka nan ditahan di Rutan Bareskrim Polri adalah ESI, DI, YW selaku Founder dan Exchanger Net89; kemudian RS, AR, FI, dan AA selaku Sub-Exchanger Net89. Selanjutnya MA selaku Komisaris PT CTI, dan IR selaku Direktur IT PT SMI.
Untuk tersangka MA selaku Sub-Exchanger Net89 dan BS selaku Direktur PT CAD belum menjalani penahanan lantaran sakit. Sementara untuk tersangka AA selaku Komisaris PT SMI, tersangka LSH selaku Direktur Utama PT SMI, dan TL selaku istri dari tersangka AA tetap buron namalain masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diterbitkan Red Notice.