Bos Boeing Pede Banyak Pelanggan Cari Pesawat Meski Dikembalikan China

Sedang Trending 5 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Pemerintah China telah berakhir menerima pesawat dari produsen asal Amerika Serikat (AS), Boeing. Meski demikian, CEO Boeing Kelly Ortberg percaya diri bahwa tetap banyak pengguna nan mencari pesawat Max buatannya.

Hal ini disampaikannya menyusul beberapa buah pesawat 737 Max nan dikembalikan ke akomodasi perusahaan di Seattle alih-alih dikirim ke pengguna China mereka. Ortberg pun memastikan, tindakan China tidak bakal mempengaruhi kondisi perusahaan.

"Ada banyak pengguna di luar sana nan mencari pesawat Max. Kami tidak bakal menunggu terlalu lama. Saya tidak bakal membiarkan ini menggagalkan pemulihan perusahaan kami," kata Ortberg, dikutip dari CNBC, Kamis (24/4/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ortberg mengatakan beberapa pesawat 737 Max nan telah sampai di China bakal dikembalikan lagi ke AS. Sejumlah pesawat nan belum dikirim ke China juga batal diterbangkan.

Presiden AS Donald Trump awal bulan ini mengeluarkan tarif impor jawaban kepada sejumlah negara, termasuk China. Kebijakan itu ditunda 90 hari untuk negara lainnya, tetapi Trump bersikap lain ke China.

Pemerintah China tidak tinggal diam. Negara tersebut mengeluarkan jawaban tarif dan memutuskan beragam langkah salah satunya menyetop pembelian dan penyewaan pesawat dari produsen pesawat AS, Boeing.

Saat saling serang berlangsung, Trump melunak. Ia terbuka kepada China untuk bermusyawarah atas kebijakan tarifnya. Adapun tarif nan dikenakan Trump kepada China sebelumnya 145%-245%. Trump membuka opsi dapat turun, namun tidak sampai 0%.

"Tidak bakal setinggi itu. ... Tidak, tidak bakal mendekati setinggi itu. Tarif bakal turun secara substansial. Namun, tidak bakal nol," kata Trump.

(acd/acd)

Selengkapnya