Bantuan Kemanusiaan Ri Untuk Korban Gempa Tiba Di Myanmar, Bawa Bahan Pokok Hingga Tim Aju

Sedang Trending 1 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

detikai.com, Jakarta - Bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk korban gempa Myanmar tiba di Bandara Internasional Naypyidaw, Selasa 1 April 2025. Bantuan tersebut dibawa dengan pesawat C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Pesawat nan dipiloti Letkol Pnb Chandra Danang ini membawa tim aju support kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar. Pesawat mengangkut 12.030 kilogram logistik dan perangkat perlengkapan.

Bantuan terdiri dari 20 unit tenda serbaguna serta beragam bahan kebutuhan pokok. Selain itu, turut serta 11 personel tim aju dan 6 personel unsur pengamanan.

Setibanya di Myanmar, tim aju segera berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kelancaran penyaluran bantuan. Mereka juga mempersiapkan kehadiran support pemerintah Indonesia nan diberangkatkan dalam tahap berikutnya.

Sementara itu, dua pesawat TNI AU, ialah C-130 Hercules A-1331 Skadron Udara 33 dan Boeing 737-800 Skadron Udara 17, telah diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa, 1 April 2024 untuk mengirimkan bantuan. Pengiriman support selanjutnya dijadwalkan pada Kamis, 3 April 2025.

Misi ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), nan dilaksanakan atas perintah Presiden Prabowo Subianto, untuk membantu Myanmar nan dilanda musibah gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter.

Promosi 1

Bentuk Solidaritas dan Tanggung Jawab

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto memimpin Apel Kesiagaan Satgas Kemanusiaan ke Myanmar, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (31/3/2025). Bantuan ini sebagai corak solidaritas dan tanggung jawab pemerintah Indonesia terhadap gempa bumi nan terjadi di Myanmar.

Donny menegaskan bahwa keterlibatan prajurit TNI, petugas BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan Baznas dalam operasi militer selain perang untuk penanggulangan musibah merupakan sebuah kehormatan. Dia menekankan pentingnya menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi keberhasilan misi kemanusiaan.

"Ini merupakan suatu kehormatan bagi kalian—prajurit, petugas dari BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan Baznas—untuk terlibat dalam operasi militer selain perang (OMSP) bagi TNI dalam upaya penanggulangan bencana," tutur Donny dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan.

Bantuan kemanusiaan nan dikirimkan ke Myanmar berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Bantuan dikirim dengan pesawat Hercules A-1342.

Bantuan kloter pertama tersebut bermuatan 12 ton nan meliputi Truk, Genset, Tenda, Sarung, Biskuit BNPB, Makan siap saji BNPB, Pakaian BNPB, selimut, mie instan, dan 37 personel tim aju (11 personel dari tim campuran kementerian/lembaga, 6 personel dari tim pengamanan Marinir dan Kopasgat, serta 20 personel crew Hercules).

Selengkapnya