Sah! Emiten Prajogo Pangestu-glencore Akuisisi Kilang Shell Singapura

Sedang Trending 18 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, detikai.com - Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah resmi mengakuisisi saham kilang Shell Singapore Pte Ltd (SSPL).

Berdasarkan rilis dalam Keterbukaan Informasi BEI, TPIA dan Glencore mengumumkan selesainya akuisisi saham Shell Singapore Pte Ltd (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura.

Akuisisi ini dilakukan melalui CAPGC Pte Ltd, perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte Ltd, anak upaya Chandra Asri Group, dan Glencore Asian Holdings Pte Ltd, anak upaya Glencore.

Kesepakatan ini diselesaikan melalui pembelian saham di Aster Chemicals and Energy Pte Ltd (Aster), anak upaya nan sepenuhnya dimiliki oleh Shell Singapore Pte Ltd.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan akuisisi ini menandai pencapaian Chandra Asri Group dalam memperkuat ketahanan daya Indonesia, serta mendukung pertumbuhan industri kimia nasional.

"Dengan memperluas jejak strategis melalui Aster, kami memastikan kesiapan sumber daya vital bagi negara serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing dunia Indonesia," ujar Erwin, dikutip dari keterbukaan info di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/4/2025).

Kawasan daya dan kimia tersebut mencakup kilang dengan kapabilitas pemrosesan 237.000 barel minyak mentah per hari, Ethylene Cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong.

Fasilitas tersebut bakal terus beraksi di bawah Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, dan tenaga kerja di Aster bakal tetap berada di bawah kepemilikan baru.

Managing Director Glencore Singapore, Quek Chin Thean, mengatakan akuisisi sejalan dengan strategi dalam berinvestasi pada aset berpotensi tinggi dan memperluas kehadiran di pasar utama.

"Perusahaan tetap berkomitmen untuk mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kelebihan operasional di seluruh aktivitas bisnisnya," ujarnya.

Erwin menjelaskan, akuisisi Aster semakin memperkuat komitmen Chandra Asri Group dalam mendukung ketahanan daya Indonesia dan memenuhi permintaan nan terus meningkat terhadap produk kimia. Aster bakal berkedudukan sebagai pemasok utama produk kilang dan petrokimia untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia.

Dengan memanfaatkan kilang kelas bumi dan pusat perdagangan Aster, Chandra Asri Group menurutnya bakal memastikan kesiapan produk minyak bumi nan krusial serta mengisi kesenjangan pasokan bahan kimia utama, termasuk MEG, Polyols, dan beragam monomer.

Langkah ini menurutnya bakal memperkuat ketahanan daya Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Selain itu, optimasi perdagangan antara Indonesia dan Singapura bakal menjadi aspek kunci dalam sinergi ini. Kolaborasi dalam rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku seperti Naphta hingga penjualan silang produk kilang (Pygas & MTBE), serta produk petrokimia (Ethylene, Propylene, dan Raff-1), bakal semakin meningkatkan efisiensi dan keandalan pasokan, sehingga memberikan faedah bagi kedua pasar.

Dia menyebut, akuisisi ini diperkirakan bakal berakibat positif pada perekonomian Indonesia, dengan untung nan dihasilkan dari Aster bakal direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk mendukung pengembangan Chandra Asri Group, serta memperkuat neraca pembayaran Indonesia.

Selain itu, ekspansi ini bakal menciptakan 200 kesempatan kerja baru di Indonesia melalui pendirian perusahaan nan bakal mengelola operasi backend Aster.

"Ekspansi Chandra Asri Group di area ASEAN bakal semakin meningkatkan efisiensi ekonomi, ialah dengan memanfaatkan proyeksi pertumbuhan di kawasan. Kemitraan nan bekerja-sama dengan Glencore juga turut mendorong inovasi, pertukaran pengetahuan, dan transfer teknologi nan bakal memperkuat kedua perusahaan," tuturnya.

"Dengan memanfaatkan kelebihan operasional dan praktik terbaik, kemitraan ini bakal memperkuat daya saing dunia Indonesia, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam praktik industri nan maju," tandasnya.


(wia)

Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Lagi Diskon "Gede-gedean!"

Next Article Anak Usaha Emiten Prajogo Dikabarkan Mau IPO, Manajemen Buka Suara

Selengkapnya