ARTICLE AD BOX
detikai.com
Rabu, 02 Apr 2025 05:30 WIB

Jakarta, detikai.com --
Pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan 393 peluru dan 16 granat aktif. Granat dan peluru itu diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II.
Granat dan peluru nan diduga jejak peninggalan PD II itu ditemukan pengungsi saat menggali tanah untuk septic tank (tangki septik). Granat tangan jenis Inert WWII Tipe 97 original buatan Jepang dengan sekring dan tali tarik sebanyak 16 buah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, amunisi kaliber 6,5 MM sebanyak 393 buah nan digunakan untuk senjata Arisaka Type 38 alias senjata rim semi Jepang pada masa PD II.
"Dari hasil pemeriksaan peralatan bukti, granat tetap aktif sehingga untuk sementara dipindahkan dan diamankan pada letak kosong di sebuah kebun," kata Kasubdi PIDM Polres Flores Timur Iptu Anwar Sanusi seperti diberitakan detikBali, Selasa (1/4).
Sanusi mengatakan granat tersebut untuk sementara disimpan di letak nan jauh dari permukiman penduduk Desa Konga, Kecamatan Titehena. Granat dan ratusan peluru itu dijaga ketat petugas sembari menunggu tim penjinak peledak dari Polda NTT di Kupang.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, tim penjinak peledak (Jibom) dari Sat Brimob Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, tiba letak kediaman sementara penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pukul 13.00 Wita, Selasa (1/4) siang.
"Barang bukti tidak dibawa ke Maumere, lantaran diduga tetap aktif sehingga perlu dilakukan koordinasi untuk mendatangkan tim dari Sat Brimobda NTT untuk proses disposal (pemusnahan)," imbuhnya.
(chri)