Pelabuhan Merak Hingga Ciwandan Disiapkan Buat Mudik Lebaran, Ini Ketentuannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah pelabuhan penyeberangan Jawa-Sumatera di periode mudik Lebaran 2025. Pengoperasian pelabuhan tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan.

Dudy mengatakan, langkah ini juga sempat telah dilakukan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025. Kala itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memisahkan pelabuhan penyeberangan sesuai jenis kendaraannya.

"Sebenarnya kami sudah mulai pada saat Nataru kemarin, di mana di Merak kami mengklaster, ada 3 klaster," kata Dudy kepada wartawan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Pelabuhan Penyeberangan

Ketiga pelabuhan tersebut, ialah Pelabuhan Merak untuk kendaraan pribadi dan bus, Pelabuhan Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan ringan, dan Pelabuhan di Bojonegara untuk kendaraan berat.

Selanjutnya, Kemenhub juga menetapkan tiga pelabuhan tujuan penyeberangan, ialah Pelabuhan Bakauheni untuk bus dan kendaraan pribadi roda 4, Pelabuhan WIKA Beton untuk kendaraan roda 2, dan Pelabuhan BBJ.

"Harapan kami dengan melakukan clustering ini bisa secara lancar dari kedua sisi ini mengatur para pemudik nan melakukan penyebrangan," tutupnya.

Berdasarkan catatan detikaicom, pemudik tahun ini tetap banyak menggunakan mobil pribadi dengan jumlah perkiraan 33,6 juta jiwa (23%), kemudian bus dengan 24,7 juta jiwa (16,9%), kereta api 23,6 juta jiwa (16,1%), pesawat terbang 19,7 juta jiwa (13,6%), sepeda motor 12,7 juta jiwa (8,7%) dan sisanya kendaraan lain.

Jumlah Pemudik Diprediksi Turun

Di sisi lain, Kepolisian Republik Indonesia memprediksi, jumlah pemudik Lebaran tahun ini turun drastis dibandingkan tahun lalu. Bahkan, selisihnya bisa mencapai puluhan juta jiwa.

Wakapolri Komjen Ahmad Dofiri mengatakan, pihaknya telah melakukan hitung-hitungan total pemudik Lebaran tahun ini. Menurutnya, 52% masyarakat Indonesia bakal terlibat dalam 'perayaan' akbar tersebut.

"Tahun ini, diperkirakan ada 146,47 juta orang nan bakal melakukan mudik ke kampung halaman. Jumlah pemudik kali ini turun 24,3% alias sekitar 47,13 juta jiwa dibandingkan tahun lalu," ujar Komjem Ahmad Dofiri dikutip dari detikOto, Selasa (18/3).

(ara/ara)

Selengkapnya