Asing Banyak Keluar Dari Pasar Modal, Waktunya Ritel Rapatkan Barisan

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, detikai.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang tahun berjalan, indeks utama pasar modal RI ini merosot lebih dari 11%.

Hal tersebut seiring dengan keluarnya biaya asing. Dalam tiga bulan terakhir, net foreign sell telah mencapai lebih dari Rp 30 triliun dan dalam enam bulan terakhir net sell asing mencapai Rp 45 triliun. 

Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) dan Direktur Utama STAR Asset Management Hanif Mantiq mengatakan bahwa IHSG mengalami koreksi sejak September 2024 dan bersambung hingga saat ini. Satu penyebab utamanya adalah capital outflow.

"itu nan sudah terjadi. Tinggal kita lihat ke depan apakah bakal jadi optimisme alias apa. Saya kira itu peran kita semua, karena kalau sekarang ini asing keluar, berfaedah porsi ritel semakin besar baik di saham maupun reksa dana," kata Hanif dalam aktivitas Capital Market Forum 2025, di Gedung BEI, Jakarta (21/3/2025).

Oleh lantaran itu dia berambisi dari total populasi di Indonesia, setidaknya 150 juta bisa tercatat sebagai penanammodal di pasar modal. Pada akhirnya kepemilikan ritel bisa mendominasi dan baik saham maupun reksa biaya bakal lebih tahan banting. 

Dalam kesempatan nan sama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan bahwa penanammodal ritel domestik mendominasi transaksi saham di pasar modal, seiring dengan keluarnya biaya asing dalam beberapa waktu terakhir.

Dia mencatat gelombang rata-rata transaksi harian naik 5,22%. "Ini didominasi transaksi penanammodal domestik. Ini didukung penanammodal ritel," katanya. 

Adapun saat ini tercatat jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 15,7 juta penanammodal dan diproyeksikan bakal terus bertambah ke depannya. Seperti diketahui penanammodal ritel domestik tetap mendominasi transaksi saham di pasar modal.

Inarno mengatakan dari Januari-Maret 2025, penanammodal domestik menjadi penyeimbang aliran biaya asing sekaligus menjadi parameter kepercayaan terhadap pasar modal tanah air.

"Mayoritas SID perseorangan didominasi generasi muda di bawah 40 tahun nan mencapai 79% dari total SID. Ini menunjukan potensi besar untuk mendorong potensi pasar modal di masa datang," kata Inarno.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos OJK: Investor Ritel Domestik Jadi Kekuatan Pasar Modal RI

Next Article Rata-Rata Transaksi di Bursa Naik, Investor Ritel Domestik Mendominasi

Selengkapnya