ARTICLE AD BOX
Manchester -
Terakhir kali bertemu, Manchester United sukses membungkam Manchester City. Namun saat itu Man City sedang limbung-limbungnya dan sekarang jauh lebih baik.
MU menang 2-1 saat bertandang ke Etihad Stadium, markas Man City, pada tengah Desember 2024 lampau dalam arena Premier League. Pasukan Ruben Amorim saat itu tertinggal duluan akibat gol Josko Gvardiol, lampau bangkit lewat penalti Bruno Fernandes dan gol Amad Diallo.
Hasil nan mengesankan mengingat MU saat itu sedang mulai goyah, ditandai dengan kekalahan dari Arsenal dan Nottingham Forest pada awal Desember itu. Malah setelah membungkam Man City, MU menelan empat kekalahan beruntun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Man City juga sedang tidak baik-baik saja kala itu. Mereka hanya sekali menang dalam 10 pertandingan sebelumnya dan menelan tujuh kekalahan!
Kali ini Man City sudah lebih baik, meski belum di level terbaik. Tapi mereka hanya sekali kalah dalam enam laga terakhir dan meraih empat kemenangan.
Sementara MU dalam periode nan sama tetap angin-anginan. Setan Merah hanya dua kali menang, dua kali imbang, dan dua kali kalah di enam partai terbarunya.
Jelang derby di Old Trafford, Minggu (6/4/2025) malam WIB, Amorim ditanya perihal perkembangan Man City dibanding pertemuan sebelumnya. Sesuatu nan bagi Amorim tak sepadan waktu dan tenaganya.
"Saya lebih konsentrasi ke masalah-masalah kami. Kami punya problem lebih besar daripada Man City," ujarnya dikutip Sky Sports.
"Mereka memang mengalami periode jelek pada saat itu, tapi kemudian membaik. Mereka bisa bermain dengan langkah berbeda-beda dan susah untuk mengerti serta memahami gimana mereka bakal menghadapi kami."
"Mereka mungkin punya pembimbing terbaik di dunia, punya pemain-pemain top, jadi ini bakal sulit. Tapi saya juga konsentrasi memperbaiki tim kami, saya tak konsentrasi ke perbaikan Man City," imbuh Amorim.
(raw/bay)