ARTICLE AD BOX
Jakarta, detikai.com --
Tim Kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terbang langsung ke Myanmar menyusul gempa 7,7 skala Richter (SR) nan mengguncang pada Jumat (28/3). Bencana tersebut menelan lebih dari 2.500 ribu jiwa.
Dikomandoi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tim Kemanusiaan Baznas datang di pusat musibah guna menyalurkan bantuan berupa support logistik dan medis kepada para korban bencana.
Pada Selasa (1/4), sebanyak lima orang tim SAR dari Baznas Tanggap Bencana (BTB) berangkat ke Myanmar dipimpin Kepala Biro Urusan Rumah Tangga (URT) dan Protokol Baznas, Tito Kurniawan berbareng Tim Aju Satgas Kemanusiaan nan dikoordinasi BNPB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberangkatan ini bukan sekadar fisik-material, tetapi juga perjalanan spirit-emosional nan menguji ketangguhan mental setiap personil tim dalam mengimplementasikan misi kemanusiaan," ujar Tito.
Tito menuturkan, rombongan menjadi saksi hidup kondisi terkini Myanmar, sunyi dengan reruntuhan gedung dan jalanan nan retak. Merasakan langsung kesedihan itu, tim Baznas segera bekerja menyalurkan support nan tak hanya dalam corak material.
Selain pendistribusian makanan, pakaian, serta obat-obatan, Baznas juga mempunyai tim medis nan memberi perawatan bagi korban terluka ataupun sakit.
Wakil Ketua BTB, Taufiq Hidayat menyampaikan, kehadiran TBT di Myanmar adalah bukti kasih sayang dan empati, dengan mengusung semangat solidaritas untuk memberi angan baru.
Dirinya mengakui, Tim Kemanusiaan Baznas menghadapi sejumlah hambatan seperti cuaca, jalur logistik nan luas, serta masalah komunikasi dengan penduduk lokal.
"Perjalanan ini bukan hanya tentang menyampaikan bantuan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan. Kami tidak datang untuk memberi, kami datang untuk berbagi, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian," katanya.
Taufiq menambahkan, Tim Kemanusiaan Baznas tetap bakal melanjutkan misi dengan mengirim paramedis dan obat-obatan. Menurutnya, tindakan kemanusiaan ini lebih dari sekadar donasi, melainkan tentang keberanian, kebersamaan, dan kepedulian.
"Baznas dan Satgas Kemanusiaan Indonesia membuktikan bahwa di tengah bencana, ada kebaikan nan bisa dihadirkan, dan bahwa solidaritas antarbangsa adalah kekuatan terbesar nan dimiliki umat manusia," pungkas Taufiq.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]