Ada Aturan Baru Buat Sekuritas Dan Underwirter Berlaku 11 Desember 2025

Sedang Trending 6 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, detikai.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan patokan di pasar modal untuk memperkuat perlindungan investor. Aturan tersebut tertera dalam peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengendalian Internal dan Perilaku Perusahaan Efek nan melakukan aktivitas upaya sebagai penjamin emisi pengaruh dan perantara pedagang efek.

POJK ini diundangkan pada 11 Juni 2025 dan mulai bertindak 6 bulan sejak tanggal diundangkan, ialah 11 Desember 2025.

Regulasi tersebut untuk memperbarui pengaturan pengendalian internal serta perilaku bagi Penjamin Emisi Efek (PEE) dan Perantara Pedagang Efek (PPE) termasuk Perusahaan Efek Daerah (PED) dan PPE nan merupakan mitra pemasaran secara lebih komprehensif.

Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi mengungkapkan publikasi POJK ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kompleksitas aktivitas upaya perusahaan pengaruh nan melakukan aktivitas upaya sebagai penjamin emisi pengaruh dan/atau perantara pedagang pengaruh dan perkembangan industri sekuritas baik dari sisi produk, proses upaya maupun budaya dan sistem layanan.

"POJK ini mengatur pengendalian internal dan perilaku PEE, termasuk tanggungjawab melakukan uji tuntas terhadap calon emiten nan bakal melakukan penawaran umum serta pengelolaan potensi tumbukan kepentingan," tulisnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/7/2025).

Selain itu, POJK ini juga mengatur ketentuan mengenai penerapan manajemen akibat penggunaan teknologi informasi, termasuk pemanfaatan penyedia jasa teknologi, serta ketentuan perizinan bagi pegiat media sosial nan bekerja sama dengan perusahaan efek.

"Pengaturan mengenai pengendalian internal dan perilaku perusahaan pengaruh dalam POJK ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat aspek pelindungan penanammodal di pasar modal dari aspek peningkatan kualitas emiten, mitigasi tumbukan kepentingan dalam penawaran umum, penguatan fungsi-fungsi pada PEE maupun PPE, maupun penggunaan media sosial dalam penyelenggaraan aktivitas Perusahaan Efek," jelasnya.

Secara umum, POJK ini mengatur sejumlah ketentuan, di antaranya, kegunaan nan wajib dimiliki oleh PEE, perilaku PEE ialah mengenai tanggungjawab dan larangan PEE serta penanganan tumbukan kepentingan. Lalu, kegunaan nan wajib dimiliki oleh PPE, termasuk kegunaan teknologi info TI, beserta ketentuan mengenai tata kelola dan manajemen akibat TI.

Selanjutnya, kegunaan nan wajib dimiliki oleh mitra pemasaran PPE, kegunaan nan wajib dimiliki PED, pembatasan akses pada kegunaan PEE dan PPE, alih daya kegunaan PPE, dan perilaku PPE dan PED mengenai tanggungjawab dan larangan PPE dan PED serta kerja sama iklan dengan pegiat media sosial.

"OJK bakal terus melakukan pengawasan dan pertimbangan terhadap penerapan POJK ini untuk memastikan peraturan ini melangkah efektif dan memberikan faedah optimal bagi masyarakat serta industri pasar modal," pungkasnya.


(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Lindungi Investor Pasar Modal, OJK Luncurkan Aplikasi Ini

Selengkapnya